Rabu, 13 Agustus 2014

Tangisan Hati




Ku simpan semua rasa ini
Karna ku ingin kau sedih
Ku simpan semua sakit ini
Karna ku tak ingin kau menangis

Aku tau kau masih sayang padaku
Aku tau kau masih cinta padaku
Enggau tak pernah mengerti persaananku
Sesungguhnya cobalah mengerti aku lebih dalam karna hatiku menangis

Apakah aku tak pantas untukku
Apakah ku tak bisa denganmu
Aku akan pergi jauh

Dimana pengertianmu kepadaku
Disaat aku jatuh
Aku hanya menunggu sebuah harapan
Yang mungkin terjadi
Cobaah mengerti aku lebih dalam
Karna hatiku menangis

Cinta yang sempurna




Seperti bintang dilangit, Begitu cinta kita, Takkan pernah binasa, Meski terhapus masa
Terimakasih tuhan, Kau telah sempurnakan, telah engkau ciptakan, dia untuk diriku
Aku bukan pujangga, Yang pandai merangkai kata, Yang ku punya hanyalah, Hanya segenggam cinta
Saat kita melaju, Diatas dua roda, Genggam erat Pundakku , Saat meninggalkanmu
Kau lupakan aku, Bila itu terbaik untukmu, Jangan pernah kau tanyakan cinta dan ketulusaan yang kaupun tak punya, Biarlah, aku akan pergi, Tinggalkan cinta ini, Selamanya
patahkanlah sayapku Saat aku mencoba, berpaling dari kasih dan sayangmu, Maka bunuhlah aku bila, Bila aku mencoba, Berpaling dan mencoba mencari penganggantimu
Seperti bintang dilangit, Begitu cinta kita, Takkan pernah ternoda, Meski terhapus masa

menyadari satu hal



Aku sesungguhnya menyadari satu kesalahan yang telah aku lakukan dimasa lalu, apa yang aku rasakan saat ini akan aku berusaha seiklas mungkin berusaha untuk menerima semua ini karna aku menyadari kesalahan ku di masa lalu. Apapun yang akan terjadi nanti aku akan berusaha tegar dengan semua ini, karna aku anggap ini adalah hukuman yang harus aku jalani, sungguh aku tak menyangka semua ini yang akan terjadi dalam kehidupanku.
Tak akan ku pungkiri hati ini kepadamu, meski esok aku harus menyerah kepada takdir yang haris ku jalani “takdir tak berpihak kepadaku”. Aku akan mendoakanmu bahagia disana walau apapun yang terjadi, bahagialah dirimu dan selalulah tersenyum aku disini jua akan tersenyum demi kelangsungan masa depanku.
Kelak walaupun kita tidaklah akan bersatu namun semua ini tak akan kulupakan seumur hidupku mungkin dirimu akan selalu hidup dalam hati ini, namun aku tidak ingin melihat dirimu lagi, cukuplah sudah samapai akhir takdir ini tak akan mempersatukan kita kelak. Maafkanlah aku…..!
Mungkin ini yang terbaik untuk semua.
Bagiku semua ini hanyalah akan terjadi satu kali apapun itu bentuknya, karna aku menyayangi apa yang akan menjadi titipanku dihari esok dan aku akan selalu mempertahankan kebahagiaan  titipanmu yaallah.
Dalam diri ini tiadalah binci untukmu, aku akan selalu menyanyangimu meski kelak aku harus kehilanganmu dengan garis tangan yang telah tertulis dalam tangan masing-masing. Aku akan selalu berusaha belajar iklas dengan semua ini, tuntunlah hambamu ini yaallah.
Maafkanlah aku yaallah meski saat ini aku selalu memikirkannya yang semestinya tak pantas aku fikirkan dan aku selalu mengabaikanmu. Maafkan aku
Sungguh aku ingin keluar dari semua masalah ini, namun apa yang harus aku lakukan dengan semua ini? Di mana jalan keluar masalah ini? Aku hanya bisa berdoa dan berusaha untuk keluar dari masalah ini dan tidak memikirkan dia dan tidak ingin menyakiti siapapun dalah hidup ini, tuntun hambamu ini yaallah.
Aku berusaha keluar dari maslah ini dan mengikuti suati titik cahaya yang aku lihat namun ada satu sosok yang tak bisa hilang dari belakangku yang selalu mengikutiku dan selalu membuat aku ingin menorek kebelakang, melihatnya lagi dan ingin selalu bersamanya.
Mencintai seseorang itu sungguh menyiksa hati apalagi semua itu harus kita pungkiri, dimana jalan ini yaallah? Aku sungguh mencintainya dan menyayanginya, mengapa masalah ini terlalu berlapis-lapis sehingga sulit untuk aku lalui. Sampai kapan aku harus seperti ini? Jiklau memang dia bukanlah jodohku yaallah jauhkanlah dia dariku dan biarkanlah dia pergi dari hatiku dan janganlah samapai aku memikirkan dirinya yang bukan milikku.
“Saat ini aku merindunya”
Sesungguhnya, jalan ini kita yang menentukan. Kebahagiaan itu kitalah yang menentuka

Bagaimana kabarmu disana?



Ingin rasanya bisa melihatmu.
Mungkin semua ini akan menjadi kenangan antara kita dan aku harus menerima keadaan yang sesungguhnya, karna bahagia denganmu itu hanyalah ilusi. Sungguh saat ini aku tidak bisa memberikan suatu keyakinan atas hubungan ini. Maafkan aku karna ku tak sanggup menanggung beban ini sendiri dan aku hanyalah manusia biasa.
Apapun yang kan terjadi kelak aku kan berusaha iklas karna semua ini sedah menjadi kebutusanku dari awal dan inilah hidupku saat ini. Aku yakin dan percaya bahagia itu pasti ada namun bukan saat ini dan mungkin bukan bersamamu. “A”
Bila aku memngingat menantian yang akan sia-sia aku merasa tidaklah berdaya dan aku merasa bodoh dengan semua ini karna menunggu sesuatu yang tak pasti, seakan hidup ini tiada berguna dan seakan esok lagi untuk diriku.

Senin, 28 Juli 2014

Dan lagi




Dan lagi  terjadi
Peristiwa terperih yang selalu kau beri
Seakan aku tak berarti
Untuk kesekian kalinya ku tak bisa berbuat apa lagi
Haruskah kita berahir cukup sampai disini
Meski hati  berkata tak mampu
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
 Mungkin ini jalan kita